Thursday, 9 January 2014

Budaya Mudik

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR




                                            Disusun Oleh: Dimas Dwi Aryadi ( 32413488 )

                                                                       Kelas 1ID11
                                                               Jurusan Teknik Industri
                                                            Fakultas Teknologi Industri
                                                              Universitas Gunadarma
                                                             Semester PTA/ATA 2013/2014


                                                              BUDAYA MUDIK

Pengertian Mudik
Mudik dapat diartikan sebagai kegiatan perantau/ pekerja imigran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik lebih banyak dikenal dan di dominasi  di Indonesia dan identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar misalnya menjelang Lebaran Natal dan menjelang tahun baru hijriah maupun tahun baru masehi. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan/sungkem dengan orang tua.
Tujuan Mudik
Bersilahturahmi dengan anggota keluarga lain yang tinggal di kampung halaman terutama orang tua.
Rindu akan kampung halaman
Budaya ziarah ke makam leluhur , kakek , nenek , orangtua sampai saudarapun telah menjadi suatu kebudayaan yang tidak bisa ditinggalkan, biasanya di hari besar keagamaan masyarakat menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman untuk sekedar berziarah ke makam. Karena, rata-rata makam beliau berada dikampung halaman.
Sebagai ajang liburan, rekreasi, wisata di kampung halaman yang bisa di anggap masih melestarikan alam, udara sejuk, sungai jernih, sawah disekeliling mata memandang, dll.
Persiapan yang dilakukan Sebelum Mudik :
Memeriksa kesehatan dan mental anda maupun anggota keluarga yang ingin mudik.
Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kendaraan mudik anda untuk memastikan kendaraan dalam keadaan siap mudik.
Memeriksa kelengkapan barang bawaan mudik.
Menginformasikan rencana mudik anda ke tetangga terdekat di lingkungan sekitar untuk membantu menjaga kondisi rumah anda saat di tinggal mudik.
Memeriksa kembali rumah Anda untuk memastikan apakah rumah anda dalam keadaan terkunci serta untuk memastikan barang elektronik dalam keadaan mati namun lampu tetap dinyalakan sebagai tanda ada penghuninya supaya tidak ada kejahatan yang muncul.
Membawa obat obatan yang di perlukan terlebih obat obatan khusus jika anda memiliki penyakit tertentu.
Membawa persediaan makanan untuk menghemat biaya.
Membawa uang secukupnya dan selebihnya simpan di ATM , guna mengantisipasi kerugian yang besar jikalau sewaktu waktu terjadi tindak kriminal.
Memperhatikan jam berangkat maupun pulang agar terhindar dari kemacetan arus perjalanan mudik.
Bawa peta jalur mudik yang menyediakan jalur alternatif  secara detil dan jelas.
Update pengetahuan anda tentang info-info mudik dan nomor-nomor telepon emergency yang di perlukan.
Menggunakan travel paket mudik, karena itu akan membuat kita lebih aman dan nyaman.
Dan yang paling utama adalah berdoa terlebih dahulu sebelum anda melakukan perjalanan mudik untuk mencegah segala kemungkinan terburuk yang terjadi dan dilindungi oleh tuhan yang maha esa.
Permasalahan yang di Timbulkan dari Aktivitas Mudik :
Pertama , tingginya Frekuensi kecelakaan lalulintas. Faktor kecelakaan banyak disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, jalan raya, dan cuaca. Walaupun angka kecelakaan tinggi, para pemudik tidak takut dengan bahaya yang mengancam.
Kedua, berutang dan menggadaikan barang demi mendapatkan uang untuk biaya mudik. Ini merupakan permasalahan dan tantangan yang setiap tahun dijalani sebagian pemudik. Demi mudik ke kampung halaman, mereka berutang dan menggadaikan barang.
Ketiga, biaya perjalanan meningkat berlipat kali, karena semua modal transportasi menaikkan biaya menjelang dan sesudah hari raya. Karena itu para mudik sebagian besar menggunakan kendaraan sepeda motor, walaupun tingkat kecelakaan sangat tinggi dari tahun ke tahun.
Dampak Negatif Mudik
Budaya mudik meninggalkan sebuah permasalahan serius dimana timbulnya fenomena urbanisasi. Dan hal itu dapat terjadi di sebabkan oleh kesenjangan perekonomian yang terjadi antara masyarakat yang hidup di desa dengan masyarakat yang hidup di kota pulang ke kampung halaman. Oleh karena itu dengan Kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik mereka memberanikan diri mengadu nasib untuk meninggalkan kampung halamannya untuk mencoba peruntungan di kota kota besar terutama ibukota.

Peristiwa urbanisasi adalah sesuatu yang lumrah dalam kehidupan modern, dan merupakan hak asasi setiap orang yang dijamin dan dilindungi oleh hukum dan undang undang akan tetapi jika mereka belum siap dalam hal kemampuan akan suatu bidang , hal ini tentunya dapat menjadi suatu permasalahan baru bagi pemerintah untuk mengatasinya.

Juga angka kecelakaan semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Dari pihak kepolisian mengeluarkan beberapa informasi terkait dengan alasan kecelakaan mudik tersebut. Ada empat faktor yang tercatat menjadi penyebab utama mengapa terjadi kecelakaan mudik.


Pertama, yaitu faktor manusia.
Manusia dalam hal ini pemudik yang mengalami kecelakaan karena ketidaksiapan fisik. Mereka pada hari sebelum keberangkatan dalam kondisi tubuh tidak prima. Angka kecelakaan paling tinggi yaitu pemudik dengan kendaraan pribadi yang mengemudi dalam keadaan lelah, mengantuk. Selain itu juga sopir kendaraan umum menjadi penyebab kecelakaan mudik disebabkan memaksakan tubuh tidak fit untuk tetap menyopir tanpa ada sopir pengganti.
Kedua, faktor alam.
Perubahan cuaca dan kondisi jalan suatu daerah juga menjadi penyebab mengapa terjadi kecelakaan. Cuaca yang tidak bisa diprediksi sebelumnya seperti hujan menyebabkan jalan licin sehingga memudahkan kendaraan tergelincir dan rem blong. Bisa juga karena bencana tanah longsor di suatu daerah jalur mudik sehingga menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Ketiga, faktor kelayakan kendaraan.
Seringkali pemudik tidak memeriksa kelayakan kendaraan pribadi mereka sebelum dibawa berkendara dalam jarak jauh. Tidak mengecek oli, kondisi mesin, air kaburator, rem dan sebagainya. Begitu juga dengan kendaraan umum, ada yang memaksakan kendaaraan tidak layak sebagai angkutan mudik.
Keempat, kelayakan prasarana.
Prasarana ini termasuk fasilitas jalan, lampu jalan, jembatan, sinyal lampu lalu lintas, marka jalan, rambu-rambu kereta lewat, palang pintu perlintasan kereta api. Berdasarkan kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2012, penyebab kecelakaan juga diakibatkann beberapa prasarana umum di jalan raya tidak berfungsi dengan baik. Hal ini sering membingungkan pengguna jalan raya, membuat pengguna jalan tidak memahami kondisi jalan di area yang dilewati.

Keempat faktor tersebut seharusnya menjadi catatan tersendiri bagi para pemudik untuk selalu waspada dan menjaga kondisi fisik dan kendaraan mereka sebelum menjalani tradisi mudik ke kampung halaman. Pemerintah juga sedari sekarang membenahi fasilitas umum agar pemudik nyaman berkendara di jalan. Tentunya hal ini bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik.
Dampak Positif Mudik
Aktivitas perantau yang berkunjung ke kampung halamannya tidak jarang di warnai dengan kegiatan membagikan sebagian harta mereka kepada masyarakat sekitar baik dalam bentuk uang maupun sembako, tentunya hal ini secara tidak langsung sedikitnya membantu perekonomian keluarga.

Secara sosiologis, mudik mendekatkan si perantau yang sudah sukses dengan mereka yang masih berdomisili di kampung halaman seperti orang tua, keluarga dan teman-teman. Peristiwa mudik, bisa memperbaharui kembali hubungan sosial dengan masyarakat sekampung, yang tentu berdampak positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Mudik merupakan bentuk sinergi antara ajaran agama dengan budaya atau tradisi masyarakat Indonesia. Secara kultural mudik memang sebuah warisan atau bahkan keharusan. Tapi secara moral dan spiritual mudik juga menjadi wujud bakti anak kepada orang tua. Mudik juga mengukuhkan sifat manusia sebagai makhluk sosial. Secara psikologi mudik mencerminkan sifat manusia yang perindu. Dalam dimensi sosial mudik juga menjadi saran untuk berbagi dan tolong menolong. Mudik sebaiknya dimaknai sebagai sarana meningkatkan ikatan spiritual antara manusia kepada penciptanya dengan kembali ke fitri (kesucian). Melalui mudik manusia bisa senantiasa bersyukur karena masih dan selalu diberi kenikmatan oleh Sang Pencipta. Kenikmatan atas perjumpaan yang indah dengan Ramadan dan Idul Fitri. Kenikmatan untuk memperoleh rezeki dan kemudian bisa berbagi. Kenikmatan karena bisa hidup di tengah-tengah masyarakat yang hangat dan kehidupan tetangga yang saling menghargai. Serta kenikmatan karena memiliki kesempatan berbakti dan masih  bisa mencium tangan kedua orang tua.
Angkutan Mudik
Beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah penyediaan sistem transportasinya karena secara bersamaan jumlah masyarakat menggunakan angkutan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada sehingga sering mengakibatkan penumpang/pemakai perjalanan menghadapi kemacetan, penundaan perjalanan. Dalam hal ini terdapat tiga angkutan mudik secara umum yaitu :
Angkutan Darat
Dalam angkutan darat, ini adalah salah satu yang paling banyak diminati para pemudik dikarenakan budaya jika tidak melalui darat, menikmati setiap meter perjalanan dan merasakan kemacetan saat mudik maka tidak sah. Angkutan yang dipakai antara lain kendaraan pribadi baik itu motor ataupun mobil, travel, kereta api.

Angkutan Laut
Dalam angkutan laut ini jika pemudik memiliki kampung halam yang berada diluar pulau tapi masih ingin menikmati setiap meter perjalanan mereka. Angkutan tidak lain yaitu kapal laut besar.

Angkutan Udara
Dalam angkutan udara ini jika pemudik ingin langsung merasakan kampung halaman dengan perjalanan yang singkat namun menyenangkan dan tidak melelahkan. Bisa juga sambil memantau aktivitas pemudik di darat dan di laut.
Tradisi mudik atau pulang kampung yang sudah membudaya menjelang hari raya besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Natal ternyata tidak hanya dilakukan di Indonesia. Tercatat ada beberapa negara lainnya memiliki tradisi serupa. Berikut ini, jawaban.com merangkum 5 negara yang memiliki tradisi mudik atau pulang kampung:
1. Turki
Festival Gula atau Seker Bayram adalah istilah Idul Fitri bagi orang Turki. Ritual mudik yang dilakukan negara ini sama dengan apa yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia, seperti tradisi pulang ke daerah asal, melakukan sungkeman kepada orang tua, bermaaf-maafan, mengunjungi makam keluarga atau kerabat. Akan tetapi ada sedikit perbedaan dengan Indonesia dimana kegiatan mengunjungi makam keluarga di Turki dilakukan secara besar-besaran dan ditandai dengan maraknya kemunculan pasar bunga di beberapa daerah di negara tersebut.
2. Malaysia
Orang Malaysia menamai Idul Fitri dengan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Di Malaysia, tradisi mudik dikenal dengan nama balik kampong. Masyarakat Malaysia balik kampong tak hanya pada saat Lebaran, tetapi juga saat tahun baru Imlek. Ritual mudik yang ada di Malaysia sama dengan di Indonesia.
3. India
Selain Malaysia, India juga mengenal tradisi mudik. Tiap tahun, masyarakat India pulang ke kampung halaman untuk merayakan Festival of Lights atau Diwali , yaitu salah satu upacara dalam agama Hindu di India yang dilakukan selama 5 hari berturut-turut.
Selain itu, saat Lebaran, masyarakat India yang beragama Islam pun berbondong-bondong pulang kampung. Di kampung halamannya, mereka saling mengirim makanan, bersilaturahmi, bersalam-salaman, dan membagikan sedekah. Makanan khas yang disajikan di India saat Lebaran adalah seviyan (masakan sejenis mie yang rasanya manis) dan phimi (sejenis puding).
4. Cina
Penduduk kota-kota besar di Cina juga biasanya mudik pada tahun baru Imlek (Spring Festival ). Enam hari sebelum tahun baru Imlek, berbagai sarana transportasi akan dipenuhi orang-orang yang hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Imlek bersama orangtua dan sanak saudara. Berbagai makanan lezat serta hiasan memikat, disajikan dan diperlihatkan pada saat Imlek atau Spring Festival tersebut.


5. Korea Selatan
Aktivitas mudik yang tidak kalah ramai juga terjadi di Korea Selatan saat perayaan Chuseok atau Hari Panen. Jutaan warga Korea berbondong-bondong pulang ke kampung halaman mereka untuk memberi penghormatan kepada leluhur dan merayakan libur bersama keluarga. Menjelang perayaan Chuseok, kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan kota.
Mendekati musim liburan sekolah dan hari raya, tradisi mudik juga akan menjadi trend tersendiri bagi para warga Indonesia yang meninggalkan kampung halaman mereka. Tradisi ini selalu terjadi dari tahun ke tahun baik menggunakan fasilitas kendaraan umum maupun pribadi. Lalu lintas pada musim tersebut juga akan membudlak, dibarengi dengan angka kemacetan lalu lintas yang meningkat tajam. Tentunya, hal ini juga menimbulkan berbagai dampak termasuk kecelakaan lalu lintas.
Tercatat pada tahun 2012 lalu, angka kecelakaan semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Dari pihak kepolisian mengeluarkan beberapa informasi terkait dengan alasan kecelakaan mudik tersebut. Ada empat faktor yang tercatat menjadi penyebab utama mengapa terjadi kecelakaan mudik.
Posted on by Unknown | No comments

Friday, 29 November 2013

Budaya Kerja Perusahaan dan Jurnal Tentang Motivasi



TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
“ Budaya Kerja Perusahaan dan Jurnal Tentang Motivasi”



Disusun Oleh: Dimas Dwi Aryadi (32413488)


Kelas 1ID11
Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma
Semester PTA 2013/2014


Daftar Isi
Budaya Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
·       Integritas
·       Profesional
·       Keselamatan
·       Inovasi
·       Pelayanan Prima
Visi & Misi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
·         Logo
·         Visi & Misi
Action . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
10 Judul Jurnal Tentang Motivasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

Budaya Kerja Perusahaan PT.KAI
INTEGRITAS
Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.
PROFESIONAL
Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.
KESELAMATAN
Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki sifat tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian.
INOVASI
Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
PELAYANAN PRIMA
Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) akan memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6 A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab).
Logo dan Visi Misi
3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)
Visi dan Misi
Visi menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders

Misi menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : Keselamatan, Ketepatan waktu, Pelayanan dan Kenyamanan


Action

Beli Tiket Kereta Api, Kini Bisa Bayar Melalui e-Commerce & Merchant CIMB Niaga

Tanggal Publish : 29 Oct 2013 13:40:00
Kerjasama antara PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bank CIMB Niaga sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia terus ditingkatkan. Setelah sebelumnya bekerjasama dalam hal fasilitas layanan pembayaran tiket kereta api melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), kini bagi nasabah Bank CIMB Niaga yang ingin melakukan pembayaran tiket kereta api bisa melalui e-commerce payment dan merchant. Kerjasama kedua belah pihak disepakati dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Grha CIMB Niaga, pada Senin (28/10).
Direktur Keuangan PT KAI, Kurniadi Atmosasmito sebagai menandatangani perjanjian dengan Corporate Banking Director CIMB Niaga, Lo Nyen King. Direktur Keuangan PT KAI berkeyakinan jika banyak nasabah CIMB Niaga yang juga menjadi pelanggan PT KAI. "Tentunya hal ini menjadi pasar yang sangat potensial dan bias berdampak kepada penjualan tiket kereta api," lanjutnya. Diharapkan fasilitas e-commerce dan merchant ini menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa kereta api di Indonesia.
Melalui e-commerce payment ini, penggunan kereta api dapat melakukan pembayaran langsung tiket kereta api melalui situs www.kereta-api.co.id, menggunakan layanan CIMB CLicks tanpa perlu lagi re-login dan langsung masuk ke URL CIMB Clicks. Selain itu, pemilik kartu debit CIMB Niaga, juga dapat melakukan pembayaran melalui 23 Electronic Data Capture (EDC) yang sudah terpasang di stasiun-stasiun utama PT KAI di seluruh Indonesia. (Humaska)

E-Ticketing untuk Beri Kemudahan Pengguna Commuter Line dan KA Bandara

Tanggal Publish : 21 Jun 2013 16:32:00
PT KAI terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa KA, khususnya KA Bandara maupun KRL Commuter Line. Setelah sebelumnya memberi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan tiket KA melalui beberapa channel pembelian tiket KA jarak jauh di gerai Indomaret, Alfamart, fasilitas Fast Pay, kantor pos, maupun melalui online ticketing di website KAI www.kereta-api.co.id, Contact Center 121 dan aplikasi Paditrain di smartphone, kini PT KAI kembali membuat gebrakan dengan memberikan kemudahan dalam transaksi pembayaran e-ticketing kereta bandara dan KRL Commuter Line Jabodetabek bekerjasama dengan pihak perbankan nasional. Penandatangan kerjasama dilakukan pada Jumat (21/6) di Stasiun KA Bandara Kualanamu Medan, antara PT KAI Grup (PT Railink dan PT KAI Commuter Jabodetabek) dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Mega, dan Bank DKI.
Disebutkan dalam MoU tersebut, keenam bank sepakat untuk mendorong penggunaan transaksi non tunai yang sejalan dengan arahan Bank Indonesia dalam menciptakan less cash society di Indonesia. “Nantinya produk uang elektronik dari bank yang berkonsorsium diharapkan akan terintegrasi pemakaiannya dengan moda-moda transportasi lainnya di Indonesia,” ujar Deputy Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas. Pada acara tersebut Ronald Waas bersama segenap undangan berkesempatan mencoba kereta bandara dari halte Stasiun KA Bandara ke Bandara Kualanamu.
Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Kurniadi Atmosasmito mengatakan bahwa kerjasama semacam ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan layanan kepada pengguna jasa KA bandara maupun KRL Commuter Line di Jabodetabek yang terus mengalami peningkatan, terlebih pasca kenaikan harga BBM. “Saya yakin ke depan KRL Commuter Line akan menjadi primadona masyarakat Jabodetabek,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Darmadi Sutanto menambahkan, kerja sama KAI Group dengan keenam bank dalam membangun pelayanan e-ticketing akan menambah opsi pelayanan perbankan dalam memudahkan pengguna moda transportasi kereta api. Sebelumnya, BNI juga telah menerbitkan kartu kerjasama dengan beberapa partner, misalnya kartu intermoda berupa kartu prepaid untuk Kereta Api Prambanan Ekspress (kerjasama dengan Bank BRI dan Bank BCA) dan Rail Card (kartu prepaid untuk pembelian tiket kereta api melalui Rail Box di beberapa stasiun). (Humaska)

PT. KAI Rangkul PT. LEN Kembangkan Perkeretaapian

Tanggal Publish : 08 Oct 2013 19:21:00
Peningkatan performa pemantauan dan monitoring kereta api (KA) yang diintegrasikan dengan sistem teknologi informasi, mutlak perlu dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Fungsi pemantauan ini, sudah barang tentu yang berimbas pula pada semakin meningkatnya pelayanan pada pengguna jasa KA. Guna mempercepatnya, PT. KAI menandatangani nota kesepahaman dengan PT. LEN Industri (Persero) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan dan Direktur Utama PT. LEN Industri, Ir. Abraham Mose di Stasiun Gambir, Jumat (4/10).
Dijelaskan lebih lanjut oleh Direktur Personalia, Umum dan TI PT. KAI, M. Kuncoro Wibowo, kerjasama yang akan dilakukan berupa pemasangan locotrack yang ditargetkan selesai sebelum Natal dan Tahun Baru. Selain itu, e-ticketing KA jarak jauh juga akan dikerjasamakan dengan PT. LEN, dimana mereka memiliki kompetensi dalam e-KTP. "Kita tahu betul kita memiliki masalah dimana calo sangat pintar. Dia bisa memalsukan e-ktp tersebut yang kita tidak bisa mendeteksinya. Dengan integrasi e-ktp dan RTS (Rail Ticketing System) kita yakin akan menjadi lebih baik," tutur Kuncoro.
"Yang ketiga adalah pemasangan train management system (TMS), dimana kita bisa monitor seluruh perjalanan kereta api. Termasuk kaitan dengan gapeka. Kita berharap bisa dilakukan tahun depan," lanjut Kuncoro. (Humaska)

 

PT KAI Jalin Kerjasama dengan JR EAST dan EJRCF

Tanggal Publish : 28 Aug 2013 14:00:00
Pada Selasa, 27 Agustus 2013, PT KAI menerima kunjungan delegasi JR EAST dan EJRCF (East Japan Railway Culture Foundation) di Ruang Rakor Kantor Pusat PT KAI, Bandung. Kunjungan ini merupakan bagian dari JR East Fellowship Program-Indonesia Visit 2013 dimana delegasi JR EAST akan melihat perkembangan perkeretaapian Indonesia di beberapa daerah mulai tanggal 26-29 Agustus 2013. JR EAST dan EJRCF sendiri membawa 3 misi dalam program ini, yaitu membantu pengembangan perkeretaapian di Asia, membantu mengembangkan lifestyle station dan shopping center di Asia, dan meningkatkan kerjasama bidang pariwisata. Delegasi JR EAST terdiri dari 7 orang yang dipimpin oleh Koji Tomita, General Manajer of International Department, East Japan Railway Culture Foundation (EJRCF).
Pihak PT KAI yang diwakili oleh EVP Personnel Care and Control, Sri Kuncoro menerima delegasi JR EAST dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, ia snagat mengapresiasi kerjasama dan bantuan JR EAST untuk ikut mengSetelah masing-masing perwakilan memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan Naskah Kerjasama secara simbolik antara PT KAI dan JR EAST. Adapun penandatangan kerjasama akan dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 di Kantor PT KCJ, Jakarta.
Dalam JR EAST Fellowship Program ini, JR EAST menerima 2 orang pegawai PT KAI untuk 'magang' dan belajar mengenai perkeretaapian di Jepang. Pegawai tersebut yaitu Juhari Muhammad Saefudin (JM QC Balai Yasa Mekanik Cirebon) dan Yanto Yulianto (Manajer Rekayasa Teknik Sarana dan Prasarana PT KCJ). Mengambil tema 'Seeing is Believing', perwakilan insan perkeretaapian Indonesia ini dapat membawa perubahan secara mendasar dalam bidang perkeretaapian setelah belajar di Jepang selama 3 bulan. JR EAST yang diwakili Koji Tomita pun mengapresiasi perubahan dan perkembangan perkeretaapian Indonesia saat ini. PT KAI dinilai memiliki peluang besar untuk lebih memajukan perkeretaapian karena kebutuhan transportasi massal di Indonesia saat ini sangat tinggi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai perkembangan perkeretaapian di Indonesia dan Jepang, potensi pengembangan perkeretaapian di Indonesia, dan peluang kerjasama lainnya antara PT KAI dan JR EAST. PT KAI dan JR EAST juga saling bertukar cinderamata. Delegasi JR EAST dan dua trainee JR EAST Fellowship Program beserta rombongan PT KAI akan mengunjungi dan meninjau Balai Yasa Mekanik di Cirebon pada Rabu, 28 Agustus 2013 sebelum mengunjungi Kantor PT KCJ di Jakarta dan mengakhiri kunjungannya pada Kamis, 29 Agustus 2013. (Humaska)


10 Judul Jurnal Tentang Motivasi
No
Judul
Tahun Terbit
1

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (KASUS PADA DIVISI NETWORK MANAGEMENT PT INDOSAT,Tbk.)

Penulis : Helga Margareth
2013
2
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) AREA SIDOARJO
Penulis : Raymond Soelistiono Filemon
2013
3
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ATRI DISTRIBUTION
Penulis : Marliana B. Winanti
2013
4
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV BERKAT CIPTA KARYA NUSANTARA SURABAYA
Penulis : Sulistyo Budi Utomo
2012
5
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN IMPLLKASINYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERGURUAN TINGGI SWASTA STIMART-AMNI SEMARANG (THE INFLUENCE OF WORK SURROUNDINGS AND THE STYLE OF LEADERSHIP TOWARDS WORK) ,
Penulis : Tri Winarno
2012
6
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA CV. KARYA MINA PUTRA REMBANG DEVISI KAYU).
Penulis : Ariwibowo, Risky Novianto.
2011
7
PENGARUH KOMPETENSI, DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PT PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN SURABAYA SELATAN.
Penulis : Puji Lestyaningsih
2010
8
PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN TERHADAP KINERJA
KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PT. UNITED TRACTORS, TBK SAMARINDA)
Penulis : Frans Farlen
2011
9
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEMAMPUAN CARA KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT PROVINSI JAWA TENGAH
Penulis : Enny Rachmawati, Y. Warella, Zaenal Hidayat
2006
10
PENGARUH MOTIVASI DAN ABILITY TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG RIAU ,
Penulis : Nidya Gusnita ,
2012

Posted on by Unknown | No comments